Muna – Perayaan Iduladha 1447 Hijriah kembali mengingatkan umat Islam tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Momentum hari raya kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menyembelih ego, melepaskan keterikatan duniawi, serta menumbuhkan rasa empati kepada sesama.
Tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi” menjadi pesan yang kuat di tengah kehidupan masyarakat hari ini. Iduladha mengajarkan bahwa pengorbanan bukan sekadar menyerahkan apa yang dimiliki, tetapi juga keberanian untuk melepas “Ismail” dalam hati—segala bentuk rasa cinta berlebihan terhadap jabatan, harta, kepentingan pribadi, hingga ego yang sering kali membuat manusia jauh dari nilai ketakwaan.
“Melepas Ismail di hati berarti belajar ikhlas kepada Allah, merelakan apa yang paling dicintai demi kebaikan yang lebih besar, dan menjadikan ketakwaan sebagai tujuan utama dalam hidup,” demikian pesan yang terus digaungkan dalam suasana Iduladha tahun ini.
Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat tampak antusias melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Semangat gotong royong dan kebersamaan terasa kuat saat warga bahu-membahu menyiapkan distribusi daging kurban untuk masyarakat yang membutuhkan.
Nilai berbagi dalam Iduladha juga menjadi simbol persaudaraan yang mempererat hubungan antarwarga. Dalam suasana kebersamaan itu, kurban hadir bukan hanya sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai jembatan sosial untuk menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi banyak orang.
Para tokoh masyarakat berharap Iduladha 1447 Hijriah menjadi pengingat bahwa ketulusan dan pengorbanan adalah fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.
“Ketika kita mampu melepaskan ego dan mengutamakan kepentingan bersama, di situlah kita sedang belajar menemukan takwa sejati,” ujar Ustadz Purnomo Sakti SKM salah satu Ustadz Lembaga Dakwah Islam Indonesia.
Hari raya kurban akhirnya kembali menegaskan satu pesan penting: ikhlas berkurban, ikhlas berbagi, melepas Ismail di hati, dan menemukan takwa sejati—sebagai jalan menuju pribadi yang lebih bersyukur, peduli, dan dekat kepada Allah SWT.
Saat di wawancara oleh Media Ustadz Purnomo menyebutkan total 45 sapi dan 6 kambing untuk keseluruhan hewan qurban LDII Kab muna, Sulawesi Tenggara

