Jakarta, Beritakotanews.id : Pengembangan lapangan gas perlu memperhitungkan waktu pembangunan bersama dengan belanja modal (Capex) dan biaya operasional (Opex). “Semakin cepat proyek dapat mencapai produksi, semakin cepat pula gas dapat memberikan pendapatan atau manfaat ekonomi,” kata praktisi migas Rudianto Rimbono di Jakarta.
Menurut dia, pedoman praktis proyek-proyek pengembangan lapangan gas baru biasanya membutuhkan waktu 2 sampai 2,5 tahun. Waktu pembangunan menuju produksi ini perlu diperhitungkan karena berkaitan dengan keekonomian proyek. “Apabila pembangunan mengalami keterlambatan, terutama akibat pengadaan long-lead item seperti kompresor, maka waktu dimulainya produksi juga ikut mundur,” kata Rudianto Rimbono, Komisaris Utama PT Energi Mega Persada Tbk.
Menurut dia, terdapat beberapa opsi pengolahan gas sebelum dikirim. Opsi pertama adalah melakukan pemrosesan gas sehingga kotoran dibuang. Opsi lain adalah mengeringkan gas tanpa membuang seluruh kotoran. Untuk jarak yang relatif dekat, gas dapat dikirim dengan sistem yang lebih sederhana. Sedangkan untuk volume besar dan jarak jauh, gas dapat diubah menjadi LNG (Liquefied Natural Gas) sehingga volumenya menjadi lebih kecil dan lebih mudah diangkut.
“LNG itu alat transportasi gas,” kata Rudianto. “Pemilihan konfigurasi processing dan transportasi perlu disesuaikan dengan jarak, volume gas, kebutuhan processing, dan kondisi pengembangan secara keseluruhan.”
Faktor sosial masyarakat juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan fasilitas, kata dia, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat maksimal. Manfaat ekonomi dapat diberikan melalui keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok. Masyarakat dapat mengambil peluang usaha yang mendukung kegiatan proyek.
Kalaupun masyarakat belum bisa ikut dalam tender secara langsung, kata dia, “Perlu dipikirkan bagaimana mereka bisa membuat atau mengembangkan usaha yang dapat terlibat dalam kegiatan proyek.”
Rudianto mengatakan bahwa tidak semua manfaat bagi masyarakat harus berbentuk pekerjaan langsung di perusahaan. Dari sisi masyarakat sekitar, misalnya, mereka bisa menyediakan atau menyuplai bahan makanan yang dibutuhkan. “Jadi, ada masyarakat yang dapat dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan proyek tersebut. Menurut saya, kita bisa melihat hal ini dari pengalaman yang sudah cukup lama,” kata dia.***

