Membangun Indonesia  yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia Oleh: Thonang Effendi

Di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, Indonesia memiliki peluang sekaligus tanggung jawab sejarah untuk tampil lebih aktif. Namun peran global tersebut hanya dapat dijalankan apabila Indonesia kuat dari dalam. Indonesia harus menjadi bangsa yang berdaulat, harmonis, dan berkeadaban. Tiga kata ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi strategis untuk membangun kekuatan nasional sekaligus kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

Read More

RESILIENSI IRAN DALAM PERSPEKTIF NEGARA PERADABAN Oleh: Singgih Tri Sulistiyono 

Jika Pancasila dihidupkan sebagai sumber peradaban, maka ia tidak berhenti pada retorika atau seremoni, tetapi menjadi energi pengikat dalam menghadapi krisis. Ia dapat meredam fragmentasi, memperkuat kohesi sosial, dan memberi legitimasi moral pada negara dalam situasi tekanan. Tanpa internalisasi yang mendalam, Indonesia berisiko memiliki negara yang kuat secara administratif tetapi rapuh secara peradaban.

Read More

Ramadan Momen Menempa Diri Oleh: Thonang Effendi*)

Tantangan menempa diri pada era modern tentu berbeda dengan masa lalu. Dahulu, proses menempa diri kerap diasosiasikan dengan bertapa, menyepi, atau menjauh dari hiruk pikuk dunia. Hari ini, kehidupan modern menuntut pendekatan yang berbeda. Menempa diri tidak berarti meninggalkan dunia, tetapi menjalani kehidupan modern dengan kesadaran penuh. Teknologi, media sosial, dan arus informasi yang deras perlu disikapi dengan kewaspadaan dan kebijaksanaan. Ramadan menjadi pengingat agar manusia tidak larut, tetapi mampu mengendalikan diri di tengah berbagai godaan zaman.

Read More