Jambi, Beritakotanews id : Yayasan Roudlotul Qur’an Alhidayah (RQA) kembali menorehkan prestasi dalam pembinaan generasi Qur’ani dengan menggelar Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi serta Wisuda Tahfizhul Qur’an 30 Juz Bil Ghoib ke-2 di Balai RT 25 Kelurahan Pematang Sulur, Kota Jambi, Ahad (21/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kota Jambi Ahmad Faisol, Ketua RT 25 Goldy Arnoldy Arby, kader PKK Kelurahan Pematang Sulur Yunita, serta Trainer Korda Ummi Jambi Ustadz Rista Yogha Adi Pratama yang bertindak sebagai pemandu Khotmul Qur’an sekaligus penguji peserta.

Turut hadir sejumlah donatur tetap, di antaranya Burhanuddin selaku Owner CV Burhan Tani Mandiri, Elvi Sujiati beserta tim, para pimpinan lembaga pendidikan, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Yayasan RQA, Mahbubah Maharani, mengungkapkan bahwa tahun ini sebanyak 25 santri mengikuti Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi. Mereka terdiri dari kategori Tartil sebanyak 8 santri, Tahfizh Juz 30 sebanyak 12 santri, Juz 29 sebanyak 1 santri, Juz 1 sebanyak 2 santri, Juz 2 sebanyak 1 santri, dan Juz 3 sebanyak 1 santri.

Menurut Mahbubah, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali dilaksanakan pada akhir 2022 di BPMP Kota Jambi dan berlanjut pada 2023 di Hotel Luminor. Sejak saat itu, agenda tersebut rutin digelar setiap bulan Juni sebagai bentuk apresiasi atas capaian para santri.

Berdasarkan data SIM UF Metode Ummi dan EMIS Kementerian Agama Kota Jambi per Juni 2026, RQA saat ini memiliki 157 santri aktif, 15 guru TPQ, 2 guru tahfizh pagi, serta 25 peserta Program Pengajian Antara Magrib dan Isya (PAMI).

Fokus pada Hafalan 30 Juz Bil Ghoib

Mahbubah menjelaskan, mulai tahun ini yayasan hanya menyelenggarakan wisuda tahfizh untuk kategori 30 juz bil ghoib. Kebijakan tersebut diambil agar pembinaan lebih terfokus pada pencapaian hafalan Al-Qur’an secara sempurna tanpa melihat mushaf.

“Sejujurnya murojaah lebih penting dibandingkan ziyadah hafalan, dan yang lebih penting lagi adalah mengamalkannya. Karena itu, meskipun sudah lulus munaqasyah tahfizh, santri tetap mengikuti program tasmi’ Al-Qur’an secara rutin setiap pekan untuk menjaga hafalannya,” ujar Mahbubah.

Pada kesempatan tersebut, RQA mewisuda Fitri Aulia, putri pasangan M. Rozi dan Zaitun, sebagai Wisudawati Tahfizh Qur’an 30 Juz Bil Ghoib Tahun 2026. Sejak usia dini, Fitri telah menunjukkan kecintaannya terhadap Al-Qur’an dan memilih fokus mendalami tahfizh saat memasuki jenjang SMP hingga SMA.

Perjalanan Fitri menyelesaikan hafalan 30 juz tidaklah mudah. Berbagai tahapan tasmi’ dan murojaah yang menguras tenaga dan emosi berhasil dilalui berkat kegigihan serta dukungan penuh keluarga. Kini, Fitri tetap istiqamah menjaga hafalannya melalui setoran murojaah harian.

Zahwa Raih Prestasi Hingga Tembus Universitas Brawijaya

Selain Fitri, perhatian peserta juga tertuju pada kisah inspiratif Zahwa Zahrotul Roida, penerima penghargaan Terbaik Tahfizh Keseluruhan. Zahwa berhasil menuntaskan hafalan 30 juz pada 22 Mei 2026 setelah melalui berbagai tantangan dan kegagalan dalam beberapa jalur seleksi perguruan tinggi.

Meski sempat tidak lolos melalui jalur SNBT dan beberapa seleksi lainnya, ketekunan Zahwa akhirnya membuahkan hasil. Ia diterima di Universitas Brawijaya Malang melalui jalur prestasi Tahfizh Al-Qur’an.

Santri Berprestasi di Berbagai Bidang

Dalam acara tersebut, yayasan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi. Penghargaan Terbaik Tartil diraih Zahra Waliya, Terbaik Tahfizh Juz 30 diraih Zhafira Rahmah dengan nilai sempurna 10,00, Terbaik Teladan diberikan kepada Prichilia Zivana Thaher, Terbaik Olahraga kepada Zhafeera Khanza Firdaus, dan Terbaik Seni kepada Zaria Alhusna Firdaus.

Kisah Zaria Alhusna Firdaus atau yang akrab disapa Neng menjadi salah satu sorotan acara. Sejak kecil ia belajar Al-Qur’an di bawah bimbingan ibunya. Namun saat duduk di bangku kelas 5 SD, Neng mulai menekuni olahraga pencak silat.

Meski aktif berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi, Neng tetap menjaga kedekatannya dengan Al-Qur’an. Berkat kedisiplinan dan dukungan keluarga, ia berhasil menorehkan berbagai prestasi di bidang seni bela diri tanpa meninggalkan aktivitas mengaji.

Orang Tua dan Kemenag Berikan Apresiasi

Perwakilan wali santri, Hendra Koswandi, mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak mereka.

“Anak-anak yang menghafal Al-Qur’an inilah yang kelak akan memberikan mahkota kepada orang tuanya di akhirat. Menghafal Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada hafalan saja, tetapi juga harus memahami, mengamalkan, dan mendakwahkannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kota Jambi, Ahmad Faisol, menyampaikan apresiasi atas capaian para santri yang berhasil membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik sesuai kaidah tajwid.

“Orang tua patut berbangga. Menghafal mungkin bisa dilakukan, tetapi menjaga hafalan jauh lebih sulit. Karena itu anak-anak harus terus istiqamah murojaah agar hafalan Al-Qur’annya tetap terjaga sepanjang hayat,” katanya.

Acara yang berlangsung penuh kekhusyukan tersebut menjadi momentum penghargaan bagi santri, guru, dan orang tua yang telah berjuang bersama dalam membumikan Al-Qur’an di Kota Jambi. Suasana semakin semarak dengan penampilan Grup Hadroh RQA Bumi Jambi Al-Muhibbin yang turut memeriahkan kegiatan.

Melalui Khotmul Qur’an dan Wisuda Tahfizh ini, RQA kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjaga, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.(rsd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *