Palembang, Beritakotanews.id : Pengelolaan sampah yang terintegrasi menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Untuk itu, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (16/7/2026), sebagai bagian dari pelaksanaan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi bersih.

Wapres meninjau sejumlah fasilitas utama PSEL Keramasan untuk memastikan pembangunan proyek strategis tersebut berjalan sesuai target.

Selama peninjauan, Manajer Operasional PSEL Keramasan Satriawan Kirana memberikan penjelasan kepada Wapres mengenai sistem pengolahan sampah yang akan diterapkan di fasilitas tersebut. Menurutnya, saat beroperasi nanti PSEL Keramasan dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator berkapasitas 2 x 500 ton per hari. Ia menambahkan bahwa prioritas pengoperasian fasilitas tersebut adalah memaksimalkan pemusnahan dan reduksi sampah secara massal.

“Ke depan, [prioritas] kita adalah memusnahkan dan mereduksi sampah secara massal,” papar Satriawan.

“Dengan 1.000 ton [sampah], kita menghasilkan 17,7 megawatt energi hijau, kelistrikan hijau kita sambungkan ke jaringan utama Kota Palembang kelistrikannya. Jadi sampahnya dari Palembang, kita kembalikan dalam bentuk kelistrikan hijau ke Kota Palembang,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Wapres turut menanyakan pengelolaan abu yang nantinya dihasilkan dari proses pengolahan sampah. Menanggapi hal itu, Satriawan menjelaskan bahwa abu tersebut akan diolah melalui proses khusus sehingga tidak lagi menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), melainkan dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan.

“Jadi kita kedepankan adalah pemusnahan, mereduksi sampah secara massal. Abu-nya nanti kita treatment sehingga bukan menjadi limbah B3 lagi, itu nanti banyak kegunaannya Pak,” imbuh Satriawan

Ia menambahkan, abu hasil pembakaran nantinya dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi, seperti bahan timbunan reklamasi maupun konblok. Pemanfaatan residu tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Berdasarkan laporan konsultan supervisi dan manajemen konstruksi per 30 Juni 2026, progres fisik pembangunan PSEL Keramasan telah mencapai 89,16 persen. Fasilitas strategis ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Setelah beroperasi, PSEL Keramasan diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan melalui pengurangan volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Hadir mendampingi Wapres dalam peninjauan ini, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, General Manager UPT PLN Aris Sofian Hidayat, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, dan Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya. (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *