JAKARTA, Beritakotanews.id : Kelurahan Petukangan Utara menghadirkan inovasi digital melalui Si PETUT, sebuah sistem monitoring dan manajemen terintegrasi yang dirancang untuk memperkuat tata kelola petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), meningkatkan pengawasan, serta mendukung efektivitas pelayanan di tingkat kelurahan.
Si PETUT dikembangkan sebagai pusat kendali operasional wilayah yang mengintegrasikan kehadiran, pergerakan, penugasan, pelaporan hingga keselamatan petugas dalam satu ekosistem digital.
Inovasi tersebut turut mendapat dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Digital Masif Suara Visual. Dukungan ini menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja dan tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan.
CEO PT Digital Masif Suara Visual Dukung Transformasi Digital Kelurahan
Fachry, CEO PT Digital Masif Suara Visual, menyampaikan dukungannya terhadap inovasi yang dilakukan Kelurahan Petukangan Utara melalui pengembangan sistem Si PETUT.
Menurut Fachry, pemanfaatan teknologi di lingkungan pemerintahan tingkat kelurahan dapat memberikan manfaat besar apabila diarahkan untuk memperkuat kinerja, pengawasan, transparansi dan kecepatan dalam merespons persoalan di lapangan.
“Kami sangat mendukung inovasi Kelurahan Petukangan Utara dalam memanfaatkan teknologi untuk memajukan kinerja dan pengawasan. Melalui program CSR ini, kami ingin ikut berkontribusi menghadirkan solusi digital yang dapat memberikan manfaat nyata bagi kelurahan dan masyarakat,” ujar Fachry, CEO PT Digital Masif Suara Visual.
Fachry menambahkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu organisasi bekerja lebih terukur dan mengambil keputusan berdasarkan data.
“Harapannya, Si PETUT dapat menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu pemerintah di tingkat kelurahan melakukan monitoring, penugasan dan evaluasi secara lebih efektif. Yang terpenting adalah teknologi tersebut memberikan dampak dan benar-benar membantu pekerjaan di lapangan,” tambahnya.
Kehadiran Diverifikasi dengan Foto dan GPS
Salah satu fitur utama Si PETUT adalah sistem validasi kehadiran berbasis foto wajah atau selfie dan koordinat GPS. Mekanisme tersebut dirancang untuk memberikan bukti autentik bahwa petugas berada di lokasi kerja sesuai dengan penugasan.
Sistem juga memiliki mekanisme pendeteksian fake location atau mock location, sehingga penggunaan aplikasi lokasi palsu dapat teridentifikasi.
Selain kehadiran reguler, Si PETUT menyediakan dukungan untuk absensi lembur serta mekanisme persetujuan absensi di luar jadwal untuk kondisi khusus di lapangan.
Dari Penugasan hingga Laporan Memiliki Jejak Digital
Si PETUT tidak berhenti pada fungsi absensi. Sistem ini menghubungkan proses penugasan dengan pelaporan pekerjaan.
Setiap penugasan memiliki jejak digital mulai dari pemberian tugas hingga status penyelesaian. Dengan demikian, proses pekerjaan dapat dipantau dan menjadi bahan evaluasi kinerja secara lebih terukur.
Pimpinan dapat memperoleh gambaran statistik dan evaluasi melalui Executive Dashboard, sementara staf dan admin kelurahan dapat mengelola shift, zonasi, verifikasi data serta penugasan harian melalui dashboard berbasis web.
Di sisi lapangan, petugas PJLP menggunakan aplikasi mobile untuk mengirimkan data absensi, lokasi GPS, laporan dan foto pekerjaan.
Pengawasan Wilayah Berbasis Peta Digital
Salah satu fitur Si PETUT adalah pengawasan wilayah menggunakan peta digital.
Melalui sistem tersebut, pengelola dapat melihat sebaran petugas yang aktif, pergerakan serta informasi pendukung lainnya. Riwayat GPS juga dapat digunakan untuk melihat jejak rute petugas sebagai bahan evaluasi dan klarifikasi zonasi.
Konsep ini diarahkan untuk membantu memastikan pemerataan pelayanan sekaligus mempercepat respons terhadap persoalan yang muncul di wilayah.
Tombol SOS untuk Perlindungan Petugas Lapangan
Aspek keselamatan juga menjadi bagian dari desain Si PETUT.
Ketika menghadapi kondisi darurat seperti konflik di lapangan, pohon tumbang, genangan parah maupun kecelakaan kerja, petugas dapat menggunakan tombol SOS pada aplikasi.
Sinyal darurat tersebut dirancang agar informasi identitas, nomor telepon dan lokasi aktual petugas dapat diteruskan kepada pimpinan melalui sistem, sehingga koordinasi bantuan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Data Lapangan Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan
Si PETUT membangun konsep ekosistem data dari tingkat lapangan hingga meja pengambilan keputusan.
Data yang dikumpulkan petugas dapat digunakan untuk melihat kondisi wilayah, mengevaluasi kinerja serta mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Sistem juga dapat membantu menemukan zona dengan volume laporan permasalahan yang tinggi sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan realokasi petugas.
Dengan pendekatan tersebut, laporan mengenai persoalan lingkungan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi penugasan yang dapat dipantau hingga selesai.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Dorong Digitalisasi Tingkat Kelurahan
Dukungan PT Digital Masif Suara Visual melalui program CSR terhadap Si PETUT menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong transformasi digital.
Bagi Fachry, teknologi seharusnya tidak hanya hadir sebagai sebuah sistem, tetapi harus mampu menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan pelayanan.
Melalui Si PETUT, Kelurahan Petukangan Utara mendorong digitalisasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola, pengawasan, akuntabilitas dan pelayanan kepada masyarakat.
Inovasi tersebut sekaligus menjadi langkah untuk membangun tata kelola kelurahan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan masyarakat di era digital.(fachri).

