Purwokerto, Beritakotanews.id : Bertempat di Langgongsari Resto Cilongok, Ikatan Alumni Pondok Pesantren Darussalam Kencong, Pare, Kediri, Su’biyah (Cabang) Purwokerto adakan halalbihalal silaturahim syawal 1447 H, pada Senin, 30/3/2026.

Sesepuh IKADA Subiyah Purwokerto yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darussaadah, Gununglurah, KH.Taufik Mubarok, atau yang akrab disapa Guse, hadir langsung memimpin acara tersebut.

Dalam sambutannya, Gus Taufik mengajak sekaligus berpesan kepada seluruh pengurus dan anggota IKADA su’biyah Purwokerto untuk terus menjaga tali silaturahmi agar tidak terputus.

Selain silaturahmi syawal, moment halalbihalal ini juga diisi dengan musyawarah untuk menentukan kegiatan rutin pasca syawal kedepan. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh ketua Ikada su’biyah Purwokerto, Ust.H.Daimun.

“Hasil musyawarah Tgl 30 Maret 2026, hari ini untuk tempat kegiatan rutin tiga bulanan insa Alloh akan dilaksanakan di tiga bulan pertama di Jingkang, tiga bulan berikutnya di Lesmana, kemudian Sokawera, dan terakhir di Sunyalangu,” ujar Ust.H.Daimun membacakan jadwal tempat kegiatan hasil musyawarah.

Selain itu, musyawarah juga memutuskan akan diadakan ziarah bulan mukharam yang koordinatornya alumni generasi muda. Disamping itu membahas juga tentang rencana kerawuhan bu Nyai Rokhanah Faqih.

“Untuk rencana kerawuhan bu nyai Rokhanah Faqih dari Pare, kita semua pada tanggal 24 April kumpul di Panembangan,” tutup ust. Daimun, menutup pembicaraan.

Merujuk pada aktivitas utama di dalam acara tersebut.Tradisi ini berakar dari keinginan masyarakat Indonesia untuk “menghalalkan” hubungan, yaitu menjadikan hubungan yang sempat renggang atau ternoda oleh kesalahan kembali suci dan baik, sejalan dengan nilai silaturahmi dalam Islam.

Halalbihalal ternyata memiliki sejarah sendiri di Indonesia. Tradisi ini merupakan tradisi asli Indonesia yang tak dapat ditemukan di negara-negara lain.

Halalbihalal memang terdengar seperti berasal dari bahasa Arab. Halalbihalal sebenarnya berasal dari kata serapan ‘halal’ dengan sisipan ‘bi’ yang berarti ‘dengan’ (bahasa Arab) di antara ‘halal’.  Namun, Halalbihalal sebenarnya bukan berasal dari Arab, melainkan merupakan tradisi yang dibuat di Indonesia. Kata Halalbihalal bahkan sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, Halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Halalbihalal juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi.(fin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *