Jakarta Barat , Beritakotanews.id : Untuk memperdalam dan memperluas khazanah keilmuan Islam, Pondok Pesantren Baitul Muttaqin Cengkareng, Jakarta Barat menggelar Kajian Kutubus Sittah Shohih Muslim Jilid 2 (Kitabul Janaiz). Kajian intensif tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai Rabu, 28 Oktober hingga Minggu, 1 November 2026, bertempat di Masjid Ponpes Baitul Muttaqin, Jl. Fajar Baru III, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kajian yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan pemateri utama KH. Wahyu Abd Rohman, S.Pd.I.,M.Pd. Dewan Guru Pondok Pesantren Wali Barokah (PPWB) Kediri.
Kegiatan Asrama Shohih Muslim ini secara resmi dibuka oleh Dewan Penasehat Ponpes Baitul Muttaqin, KH. Suharyono. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya mengkaji hadits-hadits shohih sebagai pedoman hidup umat Islam.
Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Baitul Muttaqin, H. Arifin Rusdi, S.Pd.I., M.Pd., saat dihubungi mengajak seluruh peserta untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti kajian dengan serius, mengingat kesempatan mengkaji Kitab Shohih Muslim secara mendalam jarang didapatkan.
“Kami sengaja hadirkan kyai dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri agar para peserta semangat dan tentu mendapatkan ilmu yang lebih. Sehingga menjadi mubaligh-mubalighot yang tambah lebih alim dan faqih dengan keilmuan yang dimilikinya,” ujar H. Arifin Rusdi di hadapan peserta.
H. Arifin menambahkan, tujuan utama dari kajian ini adalah meningkatkan kompetensi kader mubaligh dan mubalighot yang tidak hanya semangat berdakwah, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu, khususnya dalam bidang hadits.
Kajian ini terbuka untuk umum, baik putra maupun putri, dan tidak dipungut biaya. Panitia mengusung tema “Berjuang Bersama, Dalam Hijrah Fii Sabiilillah”.
Antusias peserta untuk mengikuti kajian ini, terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh panitia yang memprediksi dari sejumlah pendaftar puluhan santri, asatidz, dan masyarakat umum dari wilayah Cengkareng dan sekitarnya mendominasi dalam mengikuti kajian tersebut, peserta lainnya dari sekitar Kalhderes dan wilayah terdekat dari tempat penyelenggaraan.
Dari pantauan Beritakutanews.id, Masjid Baitul Muttaqin lantai satu yang berkapasitas 600 saat sholat jumat, terpenuhi oleh peserta baik dari kaum wanita maupun pria. Mereka didominasi oleh mubaligh-mubalighot muda.(fin).

