RESILIENSI IRAN DALAM PERSPEKTIF NEGARA PERADABAN Oleh: Singgih Tri Sulistiyono 

Jika Pancasila dihidupkan sebagai sumber peradaban, maka ia tidak berhenti pada retorika atau seremoni, tetapi menjadi energi pengikat dalam menghadapi krisis. Ia dapat meredam fragmentasi, memperkuat kohesi sosial, dan memberi legitimasi moral pada negara dalam situasi tekanan. Tanpa internalisasi yang mendalam, Indonesia berisiko memiliki negara yang kuat secara administratif tetapi rapuh secara peradaban.

Read More

AGAMA, NEGARA, DAN BAHAYA PEMBAJAKAN OTORITAS PUBLIK Oleh: Singgih Tri Sulistiyono 

Negara, dalam hal ini, harus tetap berdiri sebagai penjamin keadilan dan keseimbangan. Ia tidak boleh terseret dalam kepentingan kelompok, tetapi harus memastikan bahwa semua warga memiliki tempat yang sama dalam kehidupan kebangsaan. Sementara itu, masyarakat juga memikul tanggung jawab yang tidak kalah besar, yaitu menjaga etika, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan sempit.

Read More