SERDANG BEDAGAI – Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Muhammad Karim, angkat bicara terkait munculnya wacana yang kembali menyeret nama La Ode Umar Bonte dalam bursa calon gubernur Sulawesi Tenggara mendatang.
Menurut Karim, Umar Bonte sebaiknya lebih memprioritaskan amanah sebagai anggota DPD RI dibanding terlalu dini berbicara soal kontestasi gubernur.
“Pak La Ode Umar Bonte baru saja mendapatkan mandat besar dari rakyat Sulawesi Tenggara sebagai anggota DPD RI. Fokus dulu menjalankan tugas dan tanggung jawab di pusat, jangan dulu berpikir ke gubernur,” ujar Muhammad Karim kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Karim menilai, masyarakat saat ini membutuhkan bukti kerja nyata dari para wakil daerah di Senayan, terutama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat di sektor pembangunan, investasi, pendidikan, hingga pengelolaan sumber daya alam.
Nama La Ode Umar Bonte sendiri memang cukup dikenal dalam politik Sulawesi Tenggara. Ia tercatat memperoleh suara signifikan pada Pemilu DPD RI 2024 dan kerap menjadi sorotan publik lewat sejumlah pernyataan politiknya.
Belakangan, Umar Bonte juga aktif menyuarakan berbagai isu strategis di Sulawesi Tenggara, mulai dari persoalan tambang hingga kebijakan nasional.
Namun demikian, Muhammad Karim menegaskan bahwa jabatan DPD RI memiliki tanggung jawab besar yang harus dibuktikan terlebih dahulu kepada masyarakat.
“Kalau memang nanti kinerjanya bagus, dekat dengan rakyat, dan berhasil membawa manfaat untuk daerah, tentu masyarakat sendiri yang akan menilai layak atau tidak maju sebagai gubernur. Jangan terlalu cepat masuk dalam manuver politik kekuasaan,” tegasnya.
Karim juga mengingatkan agar para pejabat publik tidak terjebak pada pencitraan politik semata. Menurutnya, rakyat kini semakin kritis dalam menilai pemimpin.
“Rakyat sekarang ingin hasil kerja, bukan sekadar panggung politik. Jadi lebih baik fokus tunaikan amanah dulu sebagai senator daerah,” katanya.
Pernyataan Muhammad Karim tersebut diperkirakan akan memunculkan dinamika baru di ruang politik Sulawesi Tenggara

