JAMBI, Beritakotanews.id : Gabungan Pengusaha Petani Kebun Sawit Indonesia (GAPERKASINDO) Provinsi Jambi menggelar rapat konsolidasi internal dalam rangka mematangkan penataan kelembagaan, pembentukan kepengurusan, serta penyusunan program kerja organisasi di Provinsi Jambi.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi. Rapat diikuti sekitar 47 peserta yang terdiri dari calon pengurus DPW GAPERKASINDO Jambi, calon pengurus DPD kabupaten, kelompok tani, koperasi, pelaku UMKM, serta sejumlah tokoh dan mitra organisasi.
Rapat dipimpin Mappangara, HK, selaku penerima mandat GAPERKASINDO Provinsi Jambi dari Ketua Umum GAPERKASINDO Pusat, H.M. Hasyari Nasution. Dalam kegiatan tersebut, Mappangara didampingi sejumlah anggota tim, di antaranya Marzuki, Muh. Haviz, H. Dasman Ray, Aris Bone, Johan LT, dan AKBP (Purn) Iskandar HC, SH.
Sejumlah calon pengurus DPD kabupaten juga turut hadir, di antaranya Roni, SH dari Kabupaten Batanghari, WZJDI, B dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, T. Ripin, SE dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Sababi, SH dari Kabupaten Muaro Jambi.
Selain itu, rapat turut dihadiri perwakilan pelaku UMKM Kota Jambi, Ihsanudin, SE, M. Haviz selaku Ketua LCKI Muaro Jambi, Ir. Alboin Siagian yang merupakan mantan Kepala BPN Provinsi Jambi, Ir. Bastian selaku ketua koperasi, para ketua kelompok tani, serta Heru, reporter Metro TV.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda strategis, antara lain konsolidasi dan evaluasi organisasi, penataan kelembagaan DPW GAPERKASINDO Provinsi Jambi, perekrutan calon pengurus DPD di kabupaten, serta penyusunan program kerja organisasi.
Tindak Lanjut Amanat Ketum GAPERKASINDO
Dalam sambutannya, Mappangara mengatakan rapat konsolidasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Ketua Umum GAPERKASINDO Pusat, H.M. Hasyari Nasution.
Menurutnya, GAPERKASINDO mendapatkan amanat untuk memperkuat organisasi melalui pembentukan kepengurusan DPD di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
“Rapat hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Ketua Umum GAPERKASINDO Pusat. Kita mendapatkan amanat untuk membentuk DPD di seluruh Provinsi Jambi sekaligus melakukan pendataan lahan-lahan perkebunan sawit, khususnya yang berkaitan dengan lahan yang telah maupun belum disita negara,” ujar Mappangara.
Ia menambahkan, pendataan juga diarahkan untuk memperkuat peran koperasi dan kelompok tani sebagai bagian penting dalam pengembangan sektor perkebunan dan perekonomian masyarakat.
Mappangara menyebut GAPERKASINDO memiliki tiga pilar utama yang menjadi perhatian organisasi, yakni program kerja, pesan politik, dan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas strategis.
Adapun sektor yang menjadi perhatian antara lain sawit, kopi, kelapa, peternakan sapi, hingga penyediaan pupuk berkualitas nasional.
Dorong Kemitraan dan Pengembangan Industri
Dalam kesempatan tersebut, Mappangara juga menyampaikan sejumlah kerja sama dan kemitraan yang tengah dibangun GAPERKASINDO bersama berbagai pihak, termasuk koperasi serta perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan.
Ia menyebut telah terdapat nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak, di antaranya Koperasi Fanantara, PT Agrinas, dan PT KAL.
Ke depan, GAPERKASINDO juga mendorong program pembangunan dan pengembangan usaha yang berkaitan dengan penyediaan pupuk, perawatan kebun, serta skema vendorisasi.
Menurut Mappangara, skema tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi perusahaan dan koperasi yang bermitra dengan GAPERKASINDO untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan perkebunan.
Selain itu, dibahas pula rencana pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan pabrik minyak goreng mini sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat.
Diminta Segera Petakan Perkebunan
Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian dalam konsolidasi tersebut adalah pendataan dan pemetaan wilayah perkebunan yang belum memiliki kerja sama operasional maupun vendorisasi.
Mappangara mengatakan pihaknya akan segera melakukan pendataan sekaligus meminta peta wilayah perkebunan sebagai dasar untuk menyusun langkah organisasi berikutnya.
“Perintah Ketua Umum, kita segera melakukan pendataan dan meminta peta wilayah kebun yang belum memiliki KSO atau vendorisasi. Data tersebut penting agar program organisasi dapat berjalan secara terarah dan tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui konsolidasi tersebut, GAPERKASINDO Provinsi Jambi menargetkan terbentuknya struktur organisasi yang lebih kuat hingga tingkat kabupaten, sekaligus mendorong lahirnya program-program konkret yang dapat mendukung koperasi, kelompok tani, dan pelaku usaha di sektor perkebunan.
Rapat konsolidasi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh diskusi, dengan peserta menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan organisasi, potensi kemitraan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis sektor perkebunan.(rsd)

