Kobarkan Toleransi, Vera Novia Tokoh Gen Z Dampingi Stafsus Menag Kawal Pembangunan Tempat Ibadah Di Purwakarta

Purwakarta 12/10/26, Berbicara tentang perbedaan, rasanya kita semua perlu terus belajar untuk menjadi lebih dewasa dalam menyikapinya. Bukan hanya sekadar tahu bahwa kita berbeda, tetapi juga benar-benar memahami bahwa setiap orang punya hak untuk menjalankan keyakinannya, dan sudah sepatutnya kita saling menghormati tanpa menghalangi satu sama lain untuk beribadah.

Bagi saya, toleransi bukan hanya soal menerima perbedaan, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap ketika berhadapan langsung dengan perbedaan itu. Karena menghargai keyakinan orang lain tidak akan mengurangi apa pun dari keyakinan yang kita miliki.

Atas dasar itu, saya turut mendukung dan mendampingi Staf Khusus Menteri Agama, Aa Gugun Gumilar, dalam menyikapi persoalan pembangunan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di Cikopo, Purwakarta.Dok: Waktu acara

Saya percaya, setiap persoalan perlu disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, serta tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Kita mungkin tidak memiliki keyakinan yang sama, tetapi kita tetap memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kerukunan dan menghormati hak sesama.

Semoga apa yang kita upayakan bersama bisa menjadi bagian kecil dari langkah untuk merawat toleransi dan menjaga keberagaman, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Karena pada akhirnya, hidup berdampingan bukan tentang siapa yang paling benar dalam perbedaan, melainkan bagaimana kita tetap bisa saling menghormati sebagai sesama manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *