IPEX 2026 Digelar di Bekasi, Masyarakat Diajak Cermat Memilih Properti Syariah

Bekasi, Beritakotanews.id :  Islamic Property Expo (IPEX) 2026 resmi dibuka di Revo Mall Bekasi, Jumat (9/10/2026), dengan membawa misi memperluas edukasi masyarakat mengenai kepemilikan rumah sesuai prinsip syariah sekaligus mendorong pertumbuhan industri properti di tengah tantangan ekonomi.

Pameran yang berlangsung hingga Minggu (11/10/2026) ini dibuka oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah.

Kegiatan tersebut diikuti pengembang properti syariah, lembaga keuangan syariah, praktisi, serta para asatidz yang memberikan edukasi mengenai akad dan prinsip transaksi properti sesuai syariah.

Penanggung Jawab IPEX 2026, Sandi Fitriadi, mengatakan pameran ini tidak hanya menjadi ajang pemasaran hunian, tetapi juga ruang edukasi bagi calon pembeli agar memahami mekanisme transaksi, legalitas pengembang, dan aspek hukum properti sebelum mengambil keputusan.

“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, kami ingin membersamai para pengusaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor properti, agar tetap semangat dan produktif. Pasar masih terbuka lebar, tetapi edukasi kepada calon konsumen juga harus terus diperkuat,” ujar Sandi.

Menurut dia, masyarakat perlu memahami karakteristik akad syariah, termasuk hak dan kewajiban para pihak dalam transaksi. Dengan pemahaman tersebut, calon pembeli diharapkan dapat memilih hunian yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus mempertimbangkan prinsip transaksi yang mereka yakini.

Sandi menegaskan, edukasi dalam IPEX 2026 tidak berhenti pada aspek keagamaan. Pengunjung juga mendapatkan pemahaman mengenai legalitas pengembang, perizinan, serta dokumen dan status hukum proyek perumahan.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan konsumen terhadap praktik pemasaran yang tidak bertanggung jawab, termasuk penggunaan label syariah tanpa disertai kejelasan akad dan legalitas usaha.

“Kami berharap tidak ada lagi konsumen yang mudah tertipu oleh janji-janji pengembang nakal yang mengatasnamakan syariah. Hal seperti itu bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga merugikan pengusaha properti syariah yang menjalankan usahanya secara bertanggung jawab,” katanya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, IPEX 2026 menghadirkan sejumlah asatidz, di antaranya Ustaz Anas Subaningrum dan Ustaz Arifin Badri. Mereka memberikan edukasi mengenai prinsip muamalah, akad dalam transaksi properti, serta upaya menghindari praktik yang bertentangan dengan prinsip syariah.

Kehadiran para praktisi dan ahli diharapkan membantu masyarakat memahami berbagai hal yang perlu diperiksa sebelum membeli rumah, mulai dari skema pembayaran, kejelasan perjanjian, hingga kepastian legalitas proyek.

Selain pengembang, pameran ini turut melibatkan lembaga keuangan syariah, di antaranya BSN dan BPR syariah, serta lembaga keuangan lainnya. Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan memperkuat ekosistem properti syariah dan membuka ruang kolaborasi antara pengembang, lembaga pembiayaan, dan calon konsumen.

Sandi menilai kebutuhan hunian di Indonesia masih menjadi peluang bagi industri properti. Rumah merupakan kebutuhan primer, sementara masyarakat juga membutuhkan lingkungan tempat tinggal yang sehat, nyaman, dan mendukung kualitas hidup keluarga.

Ia menyinggung persoalan kekurangan pasokan rumah atau backlog yang masih menjadi tantangan nasional. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perlunya kerja sama berbagai pihak untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Dalam pembukaan IPEX 2026, kehadiran Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah juga dinilai menjadi dorongan bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan sektor properti.

Sandi mengatakan, pemerintah diharapkan dapat memperkuat dukungan melalui penyederhanaan regulasi dan perizinan, kemudahan pengadaan lahan, serta kebijakan yang membantu pengembang memasarkan produk hunian kepada masyarakat.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada seremoni pembukaan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi konkret antara pemerintah, asosiasi, komunitas, dan pelaku usaha properti.

“Kami berharap ada kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah dan para pengusaha, khususnya di bidang properti syariah. Dengan dukungan regulasi yang tepat dan ekosistem usaha yang sehat, pengembang bisa lebih produktif dan masyarakat memperoleh akses hunian yang lebih baik,” ujarnya.

Sandi juga menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah dunia. Potensi tersebut perlu didukung oleh penguatan literasi masyarakat, inovasi produk, dan integritas para pelaku usaha.

Selain pameran hunian, IPEX 2026 menghadirkan beragam produk dan kegiatan pendukung, mulai dari fesyen, makanan dan minuman, produk UMKM, hingga pendidikan anak melalui kids corner.

Pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan menonton bersama tayangan sejarah Nabi Muhammad SAW. Program tersebut ditujukan untuk memperkenalkan sejarah Rasulullah kepada anak-anak dengan pendekatan edukatif.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara berharap IPEX 2026 dapat menjangkau lebih banyak keluarga, tidak hanya mereka yang sedang mencari rumah, tetapi juga masyarakat yang ingin memahami lebih jauh prinsip kepemilikan properti sesuai syariah.

Sandi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pameran yang berlangsung di Revo Mall Bekasi pada 9–11 Oktober 2026 tersebut sebagai kesempatan memperoleh informasi langsung dari pengembang, praktisi, ahli hukum, dan narasumber syariah.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan edukasi sebelum membeli rumah, memahami akad dan legalitasnya, serta bisa memilih hunian dengan lebih cermat. Di sisi lain, kami juga ingin memberikan semangat kepada para pelaku UMKM agar terus berkarya dan menghadirkan produk yang berkualitas serta dibutuhkan masyarakat,” kata Sandi.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *