Sumut, Beritakotanews.id : Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi SMA Negeri 1 Barus, Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (04/09/2026).
Kunjungan Wapres ini merupakan cermin bahwa memastikan layanan pendidikan bisa diakses kembali bagi anak-anak sekolah merupakan salah satu hal penting dalam fase pemulihan pascabencana.
Wapres melihat langsung kondisi SMAN 1 Barus yang sempat terdampak bencana banjir pada November 2025 lalu, serta memastikan layanan pendidikan dapat berjalan optimal walaupun di tengah keterbatasan dan fasilitas belajar mengajar terpenuhi.
Banjir besar sedalam 1,5 hingga 2 meter akibat luapan Sungai Aek Sirahar yang berjarak sekitar 250 meter di belakang sekolah, merendam SMAN 1 Barus dan menghancurkan berbagai fasilitas pendidikan yang ada. Buku-buku, komputer, meja, kursi, dan berbagai peralatan sekolah tak sempat diselamatkan karena cepatnya kenaikan debit air yang disertai lumpur. Akibat bencana ini, kegiatan belajar mengajar pun sempat terganggu.
Pada kunjungan ini, Wapres menyampaikan terima kasih atas keteguhan para guru dan semangat para siswa sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Ia memastikan pemerintah pusat dan daerah akan terus berkolaborasi dalam mempercepat proses pemulihan serta memenuhi berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan yang diperlukan.
“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Wapres.
Salah seorang guru kelas 12, Widiawati, menceritakan kondisi sekolah saat banjir melanda. Menurutnya, hampir seluruh ruang kelas dan kantor sekolah terendam air dan lumpur.
“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.
“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” lanjutnya.
Keterbatasan fasilitas tersebut turut dirasakan para siswa. Salah seorang siswa kelas 12, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu memenuhi kembali berbagai fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir.
“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakulikular kami juga difasilitasi,” harapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Wapres pun langsung memberikan sejumlah bantuan fasilitas yang diharapkan pihak sekolah dan siswa seperti laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta perlengkapan belajar mengajar lainnya. Selain itu Wapres juga memerintahkan pejabat terkait untuk melakukan koordinasi terkait pemenuhan kebutuhan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Bagi Wapres, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan harus memastikan masyarakat dapat kembali hidup dengan aman, produktif, dan mandiri, sekaligus membangun infrastruktur serta layanan yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden).

