ISRAEL RAYA”: NARASI GEOPOLITIK, PERSEPSI ANCAMAN, DAN UJIAN KEMATANGAN DUNIA ISLAM Oleh: Singgih Tri Sulistiyono 

Dunia Islam, termasuk Indonesia, berada di persimpangan ini. Dalam dunia yang semakin kompleks, kekuatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melawan, tetapi juga oleh kemampuan memahami, yaitu: memahami realitas, memahami kepentingan, dan yang tidak kalah penting, memahami diri sendiri. Dalam konteks inilah Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika menemukan relevansinya sebagai fondasi kerukunan dan arah kebersamaan, bahkan dalam menghadapi isu-isu global yang sarat ketegangan.

Read More

RESILIENSI IRAN DALAM PERSPEKTIF NEGARA PERADABAN Oleh: Singgih Tri Sulistiyono 

Jika Pancasila dihidupkan sebagai sumber peradaban, maka ia tidak berhenti pada retorika atau seremoni, tetapi menjadi energi pengikat dalam menghadapi krisis. Ia dapat meredam fragmentasi, memperkuat kohesi sosial, dan memberi legitimasi moral pada negara dalam situasi tekanan. Tanpa internalisasi yang mendalam, Indonesia berisiko memiliki negara yang kuat secara administratif tetapi rapuh secara peradaban.

Read More

AGAMA, NEGARA, DAN BAHAYA PEMBAJAKAN OTORITAS PUBLIK Oleh: Singgih Tri Sulistiyono 

Negara, dalam hal ini, harus tetap berdiri sebagai penjamin keadilan dan keseimbangan. Ia tidak boleh terseret dalam kepentingan kelompok, tetapi harus memastikan bahwa semua warga memiliki tempat yang sama dalam kehidupan kebangsaan. Sementara itu, masyarakat juga memikul tanggung jawab yang tidak kalah besar, yaitu menjaga etika, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan sempit.

Read More