ringan. Oleh karena itu, saya berpesan agar kita senantiasa memegang teguh semangat persatuan, kerukunan, dan kekompakan. Lembaga Dakwah kita harus menjadi episentrum ukhuwah Islamiyah, tempat di mana perbedaan pandangan disikapi dengan bijak, dan tujuan bersama untuk kemaslahatan umat menjadi prioritas utama. Sinergi antar divisi, antar kabupaten/kota, dan antar pengurus adalah kunci keberhasilan kita,” ujar Prof. Singgih.
Selanjutnya Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang ini menekankan tentang Inklusif dan memperbanyak teman (Stakeholder & Masyarakat). Lembaga ini tidak boleh menjadi menara gading yang eksklusif. Kita harus bersikap inklusif, merangkul semua elemen masyarakat.
“Dakwah kita akan lebih efektif jika kita memiliki banyak teman dan mitra kerja yang solid di tengah-tengah masyarakat. Di tengah dinamika global saat ini, kita harus memiliki wawasan yang luas. Kita adalah bagian dari masyarakat. Tanamkan kuat nilai-nilai toleransi (tasamuh) dan saling menghormati (mutual respect) dalam setiap langkah dakwah kita,” Jelasnya.
Pada isu Kontemporer: Eco-Religion juga menjadi dakwahnya LDII. Dakwah berbasis kepedulian lingkungan.
“Pelantikan pengurus DPD LDII Wonogiri ini, sekaligus menjadi penanda penguatan peran organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga harmoni sosial, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor di tengah dinamika lokal dan global yang terus berkembang. Selamat atas dilantiknya pengurus baru DPD LDII Wonogiri, mari terus berkarya berkolaborasi yang lebih baik lagi,” tutup Bupati.(fin).