Jakarta, Beritakotanews.id : Suasana Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Senkom Mitra Polri Tahun 2026 yang di gelar di Ballroom Minhaajurrasyidin Lubang Buaya  menjadi makin meriah dengan tampilnya seni bela diri pencak silat dari anggota Senkom Mitra Polri. Ketangkasan dan gerakan lincah para pesilat dengan diiringi musik gending, menjadi daya tarik 700an peserta dan  para tamu undangan  peserta Rapimnas Senkom Mitra Polri.

“Rapimnas tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan pentas pencak silat dari anggota Senkom Mitra Polri sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa sekaligus memperkuat pembinaan karakter generasi muda,” ujar  Herlan Maulana, Ketua Panitia Pelaksana Rapimnas Senkom Mitra Polri 2026.

Tampilnya Pentas Seni Bela Diri Pencak Silat dari para anggota Senkom Mitra Polri tersebut merupakan hasil PKS Senkom Mitra Polri dengan Perguruan Pencak Silat Persinas Asad.

Lebih lanjut Ketua Organizing Committee (OC) Rapimnas Senkom Mitra Polri 2026, Herlan Maulana, mengatakan pencak silat dipilih karena tidak hanya merupakan warisan budaya Indonesia, tetapi juga sarana pembinaan mental, fisik, dan moral bagi generasi muda.

“Melalui Rapimnas ini, Senkom Mitra Polri ingin menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya melalui aspek intelektual, tetapi juga melalui pembinaan mental, fisik, dan moral. Pencak silat menjadi salah satu media yang efektif untuk membentuk karakter generasi muda,” kata Herlan di sela-sela Rapimnas Senkom Mitra Polri 2026 di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026).

Menurut Herlan, Senkom Mitra Polri memilih berkolaborasi dengan Persinas Asad karena kedua organisasi memiliki visi yang sama dalam membina generasi muda yang disiplin, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Kerja sama tersebut juga telah diperkuat melalui Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan sinergi dalam berbagai program pembinaan generasi muda.

Ia menjelaskan, melalui kerja sama tersebut, kedua organisasi berkomitmen mengembangkan berbagai kegiatan positif, termasuk pembinaan olahraga bela diri pencak silat. Selain meningkatkan kesehatan jasmani, pencak silat juga menjadi sarana menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan cinta tanah air.

Herlan mengatakan, sejumlah nilai utama yang ingin ditanamkan melalui pentas pencak silat antara lain disiplin, tanggung jawab, sportivitas, keberanian, kerja keras, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta semangat persaudaraan. Selain itu, pencak silat juga mengajarkan pengendalian diri sehingga kemampuan bela diri digunakan untuk tujuan yang positif, menjaga keamanan, dan membantu sesama.

Menurutnya, pencak silat sangat efektif sebagai sarana pembentukan karakter. Dalam setiap proses latihan, seorang pesilat dibiasakan untuk disiplin terhadap waktu, menaati aturan, dan menjalani tahapan latihan dengan penuh kesabaran. Ketangguhan mental dan fisik dibangun secara berkesinambungan, sementara rasa cinta tanah air tumbuh melalui pemahaman bahwa pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang mengandung nilai patriotisme, persatuan, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Herlan menilai pentas pencak silat di Rapimnas menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Senkom Mitra Polri memiliki perhatian besar terhadap pembentukan karakter dan kesadaran bela negara, sedangkan Persinas Asad memiliki sistem pembinaan pencak silat yang terarah dan berkelanjutan.

“Sinergi ini menghasilkan kegiatan yang tidak hanya menampilkan keterampilan bela diri, tetapi juga membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berakhlak baik,” ujarnya.

Melalui pentas tersebut, Senkom Mitra Polri juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pribadi yang sehat, tangguh, berprestasi, dan berakhlak mulia. Herlan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya bangsa sekaligus mendukung pembinaan generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga atau bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mampu melahirkan generasi yang siap mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat,” kata Herlan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *