JAKARTA UTARA, Beritakotanews.id : Organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak lagi cukup hanya hadir secara administratif atau aktif dalam kegiatan seremonial. Di tengah kompleksitas persoalan perkotaan, ormas didorong mengambil peran nyata sebagai bagian dari solusi sosial.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertema “Peningkatan dan Pemberdayaan Peran Ormas dalam Pembangunan” yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara Selasa, 22/9/2026.
Pemerintah menegaskan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci. Tanpa keterlibatan aktif ormas, berbagai persoalan di tingkat akar rumput dinilai sulit ditangani secara cepat dan tepat.
Asisten Pemerintahan Sekretariat Kota Jakarta Utara, Muhammad Andri, menekankan pentingnya komunikasi dan kerja bersama lintas elemen.
“Kalau ada masalah, kita kumpulkan ormas, duduk bersama, dan cari solusi. Komunikasi harus dibangun, bukan jalan sendiri-sendiri,” ujar Andri.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai menggeser peran ormas dari sekadar mitra kegiatan menjadi mitra strategis dalam penyelesaian masalah sosial.
Merespons hal tersebut, Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sanjaya, menegaskan kesiapan organisasinya untuk tidak berhenti pada eksistensi, tetapi bergerak menuju kontribusi nyata.
“Ormas bukan sekadar ada, tetapi harus terasa. Kita ingin mengubah eksistensi menjadi kontribusi. Ukuran keberadaan organisasi adalah manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegas Pudya.
Ia menyebut, arah gerak LDII difokuskan pada delapan klaster pengabdian untuk bangsa, yang mencakup pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga bidang sosial kemasyarakatan lainnya.
Menurutnya, tantangan perkotaan tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Diperlukan jaringan sosial yang mampu menjangkau hingga lapisan terbawah masyarakat—peran yang secara alami dimiliki ormas.
“Jangan sampai ormas hanya muncul saat ada acara. Kita ingin hadir saat masyarakat membutuhkan solusi. Dari sekadar hadir, menjadi ikut menyelesaikan persoalan,” ujarnya.
Pudya menegaskan, LDII siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan ormas lainnya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan.
“Kami ingin bergerak bersama. Prinsipnya sederhana: bukan sekadar ada, tapi terasa,” katanya.
Kegiatan ini menjadi titik konsolidasi penting antara pemerintah dan ormas untuk memperkuat sinergi, komunikasi, serta partisipasi publik. Ke depan, ormas diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan sosial, tetapi bertransformasi menjadi penggerak masyarakat dan jembatan efektif antara pemerintah dan warga di tingkat akar rumput.(GTM).

