Semarang, Beritakotanews.id : Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar kegiatan Safari Ramadan bersama ulama dan berbagai elemen masyarakat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Mapolda Jateng), Semarang, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Polri di berbagai wilayah Indonesia guna memperkuat silaturahim serta sinergi antara aparat keamanan, ulama, dan masyarakat.
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan tersebut dihadiri oleh jajaran kepolisian, para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat di wilayah Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan mempererat hubungan antara aparat negara dan masyarakat.
“Alhamdulillah kita dapat bersilaturahim dan semakin memperkuat sinergi di bulan Ramadan ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang dilaksanakan di berbagai Polda di seluruh Indonesia,” ujar Kapolri.
Kapolri menambahkan bahwa kunjungan ke Jawa Tengah juga dimanfaatkan untuk memantau kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran, termasuk kesiapan jalan tol dan fasilitas transportasi lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyinggung kondisi geopolitik global yang saat ini sedang memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ia berharap Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif dalam menghadapi dinamika global tersebut.
Menurut Kapolri, ketegangan global berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi, termasuk kemungkinan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Namun pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis melalui diplomasi internasional.
“Presiden telah melakukan berbagai upaya diplomasi dan negosiasi. Kita juga bersyukur bahwa harga minyak relatif stabil, sementara pemerintah terus berupaya mencapai swasembada energi melalui pengembangan sumur minyak baru maupun optimalisasi sumur-sumur lama,” jelasnya.
Selain itu lanjut Kapolri, pemerintah juga terus mendorong kemandirian nasional melalui program ketahanan pangan dan energi, termasuk pengembangan berbagai sumber energi alternatif seperti tebu, jagung, dan kelapa sawit.
Kapolri menegaskan bahwa stabilitas ekonomi nasional harus terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tengah berbagai tantangan global. Dalam konteks kebangsaan, Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan nasional.
“Kita harus bersatu menghadapi berbagai tantangan global. Kita pernah belajar dari pengalaman pandemi Covid-19 bagaimana sinergi antara ulama dan umara mampu membantu bangsa ini melewati masa sulit. Kita juga belajar dari sejarah perjuangan kemerdekaan bahwa bangsa ini akan kuat apabila tetap bersatu,” tegasnya.
Kapolri mengingatkan pentingnya menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian nasional serta mengembangkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi bonus demografi Indonesia.
Menjelang musim mudik Lebaran, Kapolri memastikan bahwa Polri akan berupaya menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa arus mudik berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Mudik tidak hanya memiliki makna sosial dan spiritual, tetapi juga berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di desa-desa,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Chalwani mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan harapan pemerintah sebagaimana disampaikan oleh Kapolri, yakni menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kontribusi masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., turut hadir memenuhi undangan khusus dari Kapolda Jawa Tengah. Kehadiran tokoh akademisi dan ulama tersebut mencerminkan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.
Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan hubungan antara Polri, ulama, dan masyarakat semakin erat serta mampu memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.*

