JAKARTA, Beritakotanews.id : Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), M.Sc., M.PA., M.A., melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin yang berlokasi di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Kedatangan Menko AHY bertujuan untuk memberikan Kuliah Umum di hadapan peserta yang terdiri dari para santri, mahasiswa, serta warga lingkungan sekitar.
Dalam kuliah umum bertajuk “Damai Bersatu Maju Bersama”, Menko AHY memaparkan peta jalan bangsa di tengah gejolak dunia yang kian tidak menentu. Beliau menekankan bahwa Indonesia saat ini berada di tengah pusaran tren global yang penuh tantangan.
Dalam paparannya, Menko AHY membedah lima fenomena utama yang saat ini tengah mengubah wajah dunia secara signifikan. Beliau menekankan bahwa dunia tidak lagi statis, di mana perubahan terjadi terus-menerus dalam hitungan detik, yang diperparah oleh ancaman nyata krisis iklim dan bencana alam yang berdampak langsung pada ketahanan pangan serta infrastruktur. Selain itu, disrupsi teknologi dan keterbatasan sumber daya alam, seperti kelangkaan energi dan air, kini mulai memicu gesekan antarbangsa yang berpotensi melahirkan konflik global yang mengancam perdamaian dunia.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Krisis iklim hingga disrupsi teknologi menciptakan ketidakpastian. Namun, pertanyaannya adalah: Apakah Indonesia bisa survive? Jawaban saya tegas: Bisa!” ujar Menko AHY yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Menko AHY menjelaskan bahwa meski tantangan besar menghadang, Indonesia memiliki modalitas kuat untuk bertahan dan unggul. Kekuatan tersebut terletak pada sumber daya manusia yang unggul, kekayaan alam yang dikelola secara berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur yang merata untuk menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
Beliau berpesan agar para santri dan mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan ini, tetapi menjadi aktor kunci yang membawa solusi bagi masyarakat.
Menutup kuliah umumnya, Menko AHY mengajak seluruh elemen di Ponpes Minhaajurrosyidiin untuk menjaga semangat persatuan. Menurutnya, rasa damai dan kesatuan adalah fondasi utama agar Indonesia tidak goyah saat diterjang badai krisis global.
“Kita harus membangun optimisme. Optimisme bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan keyakinan bahwa dengan bersatu dan bekerja keras, kita memiliki kapasitas untuk melewati setiap tantangan. Indonesia Maju hanya bisa dicapai jika kita damai dan bersatu,” pungkasnya. (Usep),

