Feature :
KARANGANYAR, Beritakotanews.id : Operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan puluhan unsur relawan di Kecamatan Kebakkramat berakhir dengan suasana haru. Selasa (31/3/2026), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Faiz Khairul Nizam (8), bocah laki-laki yang dilaporkan hilang sejak Minggu dini hari, dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad survivor ditemukan tersangkut di Siphon Malangsari, Malanggaten, pada koordinat 7°30’54.45″S 110°55’58.15″T. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 3,1 kilometer dari titik terakhir korban terlihat (Point Last Seen).
Kronologi Malam yang Senyap
Tragedi ini bermula pada Minggu (29/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Nenek korban terbangun dan mendapati pintu rumah di Dk. Tasgunting, Desa Nangsri, sudah terbuka lebar dengan posisi Faiz tidak ada di tempat tidur.
Rekaman CCTV desa sempat menangkap bayangan Faiz yang berjalan mengarah ke timur menuju sungai, setelah sebelumnya terlihat bermain air dan tanah di perempatan desa sekitar pukul 02.30 WIB.
Jarak antara pemukiman dengan aliran sungai yang hanya berkisar 280 meter menjadi titik awal kecemasan keluarga dan warga.
Operasi SAR: Melawan Tumpukan Sampah dan Arus Irigasi
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa pencarian di hari kedua dilakukan dengan pengerahan kekuatan penuh. Tim SAR dibagi menjadi 4 SRU (Search and Rescue Unit) dengan tugas yang spesifik dan menantang:
SRU 1: Menyisir area daratan, pemukiman, dan persawahan sekitar desa.
SRU 2: Melakukan penyisiran air di sepanjang Aliran Irigasi Colo Timur.
SRU 3: Fokus pada pembongkaran tumpukan sampah di empat titik kritis (Siphon Ngaru-aru, Kaliondo, Malangsari, dan Gedangan).
SRU 4: Menyisir area sungai sisi selatan hingga jembatan rel kereta api.
“Metode body rafting diaplikasikan untuk menyisir celah-celah sempit di bawah saringan air (siphon). Kami fokus pada titik-titik yang menjadi potensi tumpukan sampah karena material tersebut seringkali menghambat pergerakan benda di air,” terang Hendro.
Solidaritas Tanpa Batas
Ketua Bidang
Penanggulangan Bencana Senkom SAR Karanganyar, Sutaryo, mencatat kekuatan luar biasa dari solidaritas relawan. Tercatat lebih dari 50 organisasi relawan dengan total 168 calon peserta yang juga tengah bersiap dalam Diklat Jungle Rescue KRA 2026 turut memberikan perhatian dan dukungan terhadap operasi ini.
Unsur yang terlibat meliputi BPBD Karanganyar, TNI, Polri, Basarnas, Senkom SAR, MDMC, PMI, hingga berbagai komunitas relawan lokal seperti Renganis, Reco, Gentapala, dan banyak lainnya.
Penutupan Operasi
Tepat pukul 12.25 WIB, setelah proses evakuasi yang dramatis di Siphon Malangsari, jasad Faiz dibawa ke RSUD Kabupaten Karanganyar untuk proses medis lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak, terutama di wilayah yang berdekatan dengan instalasi air atau sungai berarus deras. (Ghoni)

