Peserta Asrama Kitabul Khutbah Ponpes Baitul Muttaqin Cengkareng. (Foto : Ist) Jakarta, Beritakotanews.id : Untuk meningkatkan keilmuan para mubaligh dilingkungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pondok Pesantren Baitul Muttaqin Cengkareng, Jakarta Barat, mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kompetensi Khotib yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan, Kaderisasi dan Dakwah (PKD) DPP LDII. Dengan materi Khutbah yang di nukil dari berbagai hadist shohih seperti kutubusitah, (Bukhori, Muslim, Ibnumajah, Abudawud, Turmudzi, dan Nasai), mereka ikuti dengan online selama 6 hari yakni dari sejak Selasa,13/1/2016 hingga Minggu,18/1/2026 mendatang dan peserta diasramakan, sehingga diharapkan mereka makin luas keilmuannya. “Kalau dilingkungan LDII Kegiatan seperti sekarang ini populernya dengan nama asrama. Seperti sebelum-sebelumnya ada asrama Ibnu Majah berarti mengkaji hadiat-hadist dari kitab Ibnu Majah, ada juga asrama Buchori, juga demikian. Dan untuk kali ini yang sedang berlangsung dari Selasa kemaren adalah asrama khutbah, yakni mengkaji tentang materi khutbah dari berbagai sumber, khususnya dari kutubussitah,” jelas H.Arifin Rusdi, Ketua Ponpes Baitul Muttaqin Cengkareng, Jakarta,Sabtu,17/1/2026. Asrama ini, lanjut Gus Ipin, panggilan akrab H.Arifin Rusdi, yang menyelenggarakan DPP LDII, pesertanya seluruh mubaligh se Nusantara, dipusatkan dari Ponpes Minhaajurrasyidin Pondok Gede. “Peserta yang ikut secara offline di Ponpes Minhaajurrasyidin, mereka utusan daerah-daerah, kami dari Ponpes kota/kabupaten mengikuti secara online dari studio mini masing-masing,”jelas Gus Ipin. Mengutip dari ldii.or.id., Diklat Dakwah Peningkatan Kualitas Khotib yang berlangsung selama sepekan, 13-18 Januari 2026 ini diikuti oleh ribuan peserta juru dakwah dari seluruh pelosok negeri, termasuk delegasi dari luar negeri. Ketua Departemen PKD DPP LDII, KH Aceng Karimullah, menyampaikan bahwa khotib memiliki tanggung jawab besar selain menegaskan tentang ibadah dan ketauhidan. Menurutnya, dakwah di atas mimbar harus mampu menentramkan jamaah dalam menjalani kehidupan dengan meneladani Rasulullah SAW, serta memberikan pemahaman mendalam mengenai hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya. “Tujuh hari dalam sepekan ada hari yang diberikan keutamaan oleh Allah SWT, yaitu hari Jumat. Pada hari itu umat Islam melakukan ibadah salat Jumat, dan tokoh sentralnya adalah khotib,” ujar KH Aceng Karimullah. KH Aceng Karimullah juga menjelaskan bahwa diklat ini menjadi agenda krusial bagi para juru dakwah yang tersebar di berbagai daerah. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dakwah, khususnya bagi mereka yang rutin bertugas sebagai khotib di masjid-masjid naungan LDII. Majelis Taujih Wal Irsyad LDII, KH. Hafiluddin sebagai nara sumber pada kegiatan ini mengatakan bahwa Pada kesempatan ini, Majelis Taujih Wal Irsyad, KH Hafiludin, menyampaikan bahwa tujuan utama PKD adalah meningkatkan kemampuan khotib Jumat dan Hari Raya agar dapat membimbing jamaah lebih khusyuk serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Beliau menjelaskan bahwa karakteristik khutbah di lingkungan LDII adalah yang pertama untuk khutbah, baik Jumat maupun dua hari raya (Idul Fitri dan Idul adha), LDII mengikuti Madzhab Maliki yang dalam pelaksanaanya menggunakan bahasa Arab. “Mengingat penggunaan bahasa Arab, setiap khotib diwajibkan untuk mengerti dan menguasai isi khutbah tersebut. Salah satu fokus utama dalam diklat ini adalah pemberian pemahaman dan ilmu khutbah secara mendalam kepada peserta,” tutupnya.(Fin) Navigasi pos Tinjau Banjir di Desa Srimukti, Bekasi, Wapres Pastikan Keselamatan dan Pendampingan Warga Terpenuhi Tinjau Banjir Karawang, Wapres Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan Warga Terdampak