Wapres Lepas Keberangkatan Presiden Prabowo Hadiri KTT Ke-48 ASEAN di Filipina
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kinjungan ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kinjungan ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Menurut Gus Hasib, hubungan yang erat antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan) ini penting sebagai bagian dari upaya merawat harmoni kehidupan berbangsa, sebagaimana tecermin dalam ajaran hadis.
Dengan kebijakan ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan energi dan tambang ke depan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada kedaulatan, nilai tambah, dan kesejahteraan rakyat Indonesia
Dengan sinergi kuat antara kampus dan pemerintah daerah, pemerintah optimistis berbagai persoalan klasik di daerah dapat diselesaikan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai motor utama pembangunan nasional.
Melalui koordinasi dengan PPATK, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh aliran dana baik di tingkat pusat maupun di daerah dapat dipantau secara ketat, sehingga setiap kebijakan fiskal benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menuturkan bahwa selalu menginstruksikan seluruh jajarannya untuk selalu mengambil kebijakan yang menguntungkan rakyat. Langkah ini sekaligus menegaskan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat
Kepada para jemaah, Wapres mengucapkan selamat menjalankan rangkaian ibadah haji dan berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kesehatan.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Wapres menekankan agar pembangunan Bendungan Bagong dipercepat dan diselesaikan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya petani dan warga Trenggalek.
Wapres pun menekankan bahwa kunci menghadapi perubahan adalah kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Menurutnya, AI ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini mampu membantu proses ‘fact-checking’, analisis data besar, hingga mendeteksi pola penyebaran hoaks. Namun di sisi lain, AI juga memicu penyebaran konten manipulatif yang tampak nyata, seperti video dan audio palsu.
Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat
Terima FHI, Wapres Dorong Hoki Indonesia Tembus Panggung Internasional