19 Desember : Lebih dari Sekadar Hari Besar Nasional, Ini Seruan Heroik untuk Generasi Muda

oleh : Adityo Handoko*

Hari Bela Negara bukan sekadar mengenang peristiwa 77 tahun lalu, melainkan panggilan abadi bagi setiap generasi muda untuk menjaga kehormatan dan kedaulatan bangsa di tengah tantangan dunia modern. Semangat ini berakar pada iman yang kuat serta kedisiplinan diri yang kokoh.

Mengingat 19 Desember: Kisah Heroik Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)

Setiap 19 Desember, bangsa Indonesia memperingati Hari Bela Negara sebagai penghormatan kepada perjuangan luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan. Saat Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948 dan mencaplok Yogyakarta, ibu kota negara, perjuangan belum selesai. Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap, dan tampaknya kemerdekaan terancam hilang.

Namun di saat genting itu, di Bukittinggi, Syafruddin Prawiranegara mengambil langkah heroik membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Pemerintahan ini beroperasi secara gerilya, memastikan kedaulatan Indonesia tidak pudar di mata dunia. Kisah ini mengajarkan bahwa sebuah negara tidak diukur dari keberadaan fisik ibu kota atau pemimpin semata, melainkan oleh semangat dan tekad rakyatnya untuk terus berjuang.

Bela Negara Hari Ini: Tanggung Jawab Generasi Muda

Bela Negara kini bukan lagi soal angkat senjata, tapi tentang ketahanan mental dan intelektual menghadapi ancaman modern seperti ideologi negatif, serangan budaya asing, korupsi, dan hoaks. Generasi muda harus berperan aktif melalui:

– Bela spiritual: Memperkuat nilai keimanan sebagai dasar moral.
– Bela ideologi: Setia menjaga Pancasila sebagai landasan bangsa.
– Bela kedaulatan digital: Melawan hoaks dan menjaga etika bermedia sosial.
– Bela potensi: Mengasah kemampuan diri untuk kemajuan bangsa di dunia internasional.

Aksi Nyata Generasi Muda untuk Bela Negara

Untuk menyalakan kembali spirit heroik PDRI, kaum milenial dan Gen Z dapat melakukan hal berikut:

1. Perkuat iman dan ketakwaan, menjadikan nilai agama sebagai fondasi yang kokoh.
2. Tegakkan kedisiplinan diri dengan mematuhi aturan dan menolak segala bentuk korupsi.
3. Perkaya literasi dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh hoaks.
4. Jadilah inovator, ciptakan solusi kreatif yang membawa kemajuan bangsa.
5. Jaga persatuan dan kebinekaan sebagai kekuatan utama Indonesia.

Semangat 19 Desember: Harga Mati Bela Negara

Hari Bela Negara adalah pengingat abadi bahwa Republik Indonesia tidak pernah bubar selama semangat heroik dan cinta tanah air terus menyala dalam jiwa generasi muda. Jadikan setiap langkahmu kontribusi nyata untuk bangsa, karena bela negara adalah kewajiban mulia dan kehormatan terbesar yang harus dimiliki setiap anak bangsa.*

*Adityo Handoko
KaDept PKOSB DPP LDII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *