Kisah Iwi Taruna, Setahun Turun Langsung Bantu Warga Kecil hingga Antar Berobat ke RS Natama

Serdang Bedagai- Kepedulian terhadap masyarakat kecil ditunjukkan Iwi Taruna, seorang pemuda asal Kedai Damar Sergai. Selama kurang lebih satu tahun terakhir, ia konsisten turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengarkan keluh kesah dan memberikan bantuan nyata, salah satunya mengantar warga yang sakit untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Natama.

Aksi sosial Iwi terdokumentasi saat ia mendampingi salah seorang warga yang terbaring di ranjang rumah sakit. Dengan mengenakan kaos relawan, Iwi terlihat setia mendampingi warga tersebut hingga mendapatkan penanganan medis.

Saat diwawancarai, Iwi menjelaskan cara sederhana yang ia lakukan untuk membantu.

“Dengan cara dengar keluh kesah masyarakat dan langsung bantu turun di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, kelompok masyarakat yang menjadi fokus bantuannya adalah warga prasejahtera yang paling membutuhkan uluran tangan. Mulai dari warga miskin yang tidak memiliki rumah layak hingga warga yang terkendala akses kesehatan.

“Contoh masyarakat miskin yang gak punya rumah kita bantu bedah rumah, masyarakat miskin yang tidak punya BPJS, masyarakat yang tidak paham BPJS,” jelas Iwi.

Motivasi Iwi membantu berangkat dari nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Ia memegang teguh pesan untuk saling tolong-menolong sesama umat.

“Karena masyarakat yang membutuhkan bantuan kita. Sebagai masyarakat biasa atau umat Nabi Muhammad SAW harus saling membantu. Seperti kata Bapak Presiden, gak bisa bantu banyak orang bantu satu orang, dan kalo gak bisa bantu orang jangan buat sulit hidup orang,” tuturnya.

Meski baru berjalan sekitar satu tahun, Iwi berharap apa yang dilakukannya bisa menjadi pengingat bagi pemerintah agar lebih hadir untuk rakyat kecil.

“Semoga pemerintah lebih perhatian lagi kepada masyarakat kecil dan lebih merata lagi dalam membantu masyarakat,” harapnya.

Aksi Iwi Taruna menjadi potret bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu jabatan atau kekayaan. Cukup dengan kemauan untuk mendengar dan turun langsung, satu orang pun bisa meringankan beban orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *