DPP LDII Gelar FGD Dasar-Dasar Astronomi dalam Hisab Rukyatul Hilal, Hadirkan Pakar BRIN Prof. Thomas Djamaludin

Jakarta, Beritakotanews.id : Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Hisab dan Rukyat dalam Perspektif Ormas Islam serta Perkembangan Astronomi Modern, pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Pondok Pesantren Minhaajurosyidin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid daring dan luring ini dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri (HAL-LN) DPP LDII, H. Ponco Budiman, S.Sos.M.Si.

FGD tersebut menghadirkan narasumber utama *Prof. Dr. Thomas Djamaludin*, pakar hisab rukyatul hilal dan Peneliti Utama Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

FGD ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas warga LDII, khususnya para pengurus di bidang hisab rukyat, mengenai dasar-dasar ilmiah astronomi dalam penentuan awal bulan Hijriyah. Di tengah perbedaan metode penentuan awal bulan, LDII memandang penting untuk memperkuat literasi astronomi agar umat memiliki pemahaman yang komprehensif antara aspek syar’i dan sains modern.

Peserta FGD terdiri dari tim pokja Rukyatul Hilal DPW LDII tingkat Provinsi dan DPD LDII tingkat Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Ratusan peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam paparannya, Prof. Thomas Djamaludin menjelaskan secara mendalam mengenai pergerakan benda langit, kriteria visibilitas hilal, perbedaan hisab dan rukyat, serta perkembangan teknologi pengamatan hilal di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ormas Islam dan lembaga sains seperti BRIN untuk mewujudkan kalender Hijriyah yang terstandar.

Acara berlangsung interaktif. Peserta luring yang hadir di Puri Minhaajurosyidin terlihat antusias berdialog langsung dengan pakar, sementara peserta daring aktif menyimak berbagai pertanyaan melalui forum diskusi.

H. Ponco Budiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LDII dalam mendukung moderasi beragama dan persatuan umat.

“Pemahaman hisab rukyatul hilal bukan hanya soal teknis melihat bulan, tapi soal bagaimana kita menyatukan umat dengan ilmu. Melalui FGD ini, kami berharap para pengurus LDII di daerah dapat menjadi jembatan informasi yang mencerahkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk menindaklanjuti hasil FGD dalam program kerja pokja tim rukyatul hilal bersama Kementerian Agam RI bersama ormas Islam lainnya..(fin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *