Timika, Beritakotanews.id : Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika, yakni Ketua La Ode Muh Norris Ashara, S.S., menghadiri langsung pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 LDII di Grand Ballroom Ponpes Minhajurrosyidin, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Kehadiran Ketua LDII Mimika secara langsung menjadi bentuk keseriusan tingkat DPD dalam mengawal arah kebangsaan, khususnya terkait ketahanan pangan dan perdamaian dunia.
Munas yang mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia” dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP LDII, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc., didampingi Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. KH. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si. Acara diikuti sekitar 900 peserta luring dari 38 DPW dan 450 DPD se-Indonesia, serta ribuan peserta daring.
Ketua DPD LDII Mimika, La Ode Muh Norris Ashara, S.S., menyampaikan rasa bangga atas kehadiran langsung pengurus Mimika dalam forum nasional ini.
> “Alhamdulillah, LDII Mimika dapat hadir langsung di Munas ke-10 ini. Kehadiran kami adalah bentuk komitmen untuk mendukung arah kebangsaan, khususnya dalam isu ketahanan pangan dan perdamaian dunia. Kami juga bersyukur pengurus lainnya bisa mengikuti secara luring di Studio Mini LDII Mimika, sehingga seluruh rangkaian Munas dapat diikuti dengan baik. Semoga hasil Munas ini menjadi pedoman bagi LDII di daerah untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Norris.
Dalam keterangan pers, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa Munas X LDII melahirkan rekomendasi strategis bagi masa depan bangsa. LDII menolak segala bentuk intervensi asing yang merugikan kepentingan Indonesia, serta mendorong kemandirian di sektor pangan, energi, dan ekonomi. Dukungan terhadap Energi Baru Terbarukan (EBET), termasuk PLTMH, PLTS, hingga teknologi PLTN Small Modular Reactor (SMR), menjadi salah satu rekomendasi penting.
Selain itu, LDII juga meluncurkan programe Ketahanan Pangan dan Lingkungan yang melibatkan generasi muda di pondok pesantren dan sekolah-sekolah untuk terjun langsung dalam produksi tanaman pangan. Pembangunan SDM berkarakter, berintegritas, dan ber-akhlakul karimah juga menjadi fokus utama.
> “Munas X LDII 2026 ini menegaskan bahwa kebudayaan adalah benteng terakhir identitas bangsa. Kami di Mimika siap mengimplementasikan rekomendasi Munas, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pembinaan akhlak, dan penguatan ukhuwah. Semoga hasil Munas menjadi katalisator bagi LDII di seluruh Indonesia untuk semakin aktif menebar manfaat bagi bangsa dan negara,” tambah Norris.
Ketua LDII Mimika bersama jajaran pengurus lainnya mengikuti seluruh rangkaian Munas hingga penetapan Ketua Umum baru periode 2026–2031. Kehadiran ini menegaskan komitmen LDII Mimika untuk terus aktif dalam forum nasional, sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap pembangunan bangsa.(Muslimin).

