Semarang, Beritakotanews.id : Bertempat di halaman Markas Polda Jawa Tengah, hari ini Senin, 16/3/2026 Kapolda undang para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam acara kegiatan safari Ramadhan 1447 H. yang sekaligus buka puasa bersama dengan Kapolri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan safari Ramadhan 1447 H di polda-polda seluruh Indonesia dengan fokus kunjungan adalah memperkuat sinergi menjaga kamtibmas, mendukung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto, serta memastikan kesiapan pengamanan mudik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat. Termasuk di Jateng juga sekaligus memantau kesiapan jalan tol. Ujar Kapolri saat memberi sambutan.

“Kondisi global yang memanas hingga hari ini belum ada tanda-tanda berakhir. Harapannya Indonesia bisa menjalankan perannya sebagai negara yang mengambil sikap non blok untuk politik luar negeri. Masuknya Indonesia ikut BOP juga berharapa bisa berperan untuk menciptakan perdamaian namun kenyataannya Israel dan US malah mengobarkan perang. Ini akan berdampak pada harga-harga kebutuhan pokok kita. Presiden sudah berusaha untuk melakukan diplomasi dan negosiasi harapannya tentu agar perang segera berakhir,” ujar Kapolri.

Lanjut Kapolri ⁠harga minyak kita masih stabil. Pemerintah juga sedang berusaha untuk bisa swasembada miny dengan membuat sumur baru. Termasuk usaha untuk mandiri pangan dan energi. Sumber energi baru terus dibangun mulai dari tebu, jagung, sawit dll.

“Maka dari itu kita harus bersatu untk hadapi ancaman global. Kita pernah belajar dari wabah Covid, maka saya mengajak kepada  Ulama dan Umar jangan sampai pecah belah, kalau itu terjadi kita akan lemah. Kita pernah belajar dari perang kemerdekaan. Terapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, Kita harus berdikari, kembangkan SDM dalam konteks bonus demografi. Termasuk moment liburan Idul Fitri, siapkan suasana mudik yang aman dan nyaman sehingga mudik bisa mendongkrak ekonomi desa.

Hadir memenuhi undangan Kapolda pada acara tersebut, Prof.Singgih Tri Sulistiyono Ketua LDII DPW Provinsi Jawa Tengah yang guru besar Undip Semarang. Selain dari LDII nampak hadir pula dari NU  dan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah.

Kepada Beritakotanews.id, Prof.Singgih mendukung sikap pemerintah untuk teguh pada prinsip non blok dan bisa ambil peran sebagai juru damai.

“Tadi pak Kapolri menyampaikan jika pemerintah terus berupaya menjadi juru damai, ini sikap yang bagus, saya sangat mendukung, bahkan dibeberapa media saya sudah menyampaikan hal itu,” tutur Prof.Singgih yang juga salah satu Penasehat ahli sejarah Kementerian Kebudayaan RI.(fin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *