Jakarta, Beritakotanews.id : Penasehat Menteri Kebudayaan, Prof. Singgih Tri Sulistiyono menyampaikan selamat atas pengukuhan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon sebagai Profesor (Hon) pada hari ini Rabu, 11/2/2026 di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta.

Dalam pengukuhan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengangkat topik orasi berjudul “Megadiversitas Budaya Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Dunia”.

“Pengukuhan ini merupakan bentuk pengakuan akademis dari Universitas Nasional terhadap pengalaman dan kontribusi pak menteri Fadli Zon di bidang kebudayaan dan politik, Beliau juga memiliki latar belakang pendidikan Doktor Ilmu Sejarah dari Universitas Indonesia dan dikenal sebagai pegiat budaya serta kolektor benda pusaka,” Kata Prof. Singgih.

Selaku penasehatnya menteri Kebudayaan, lanjut Prof.Singgih menjelaskan bahwa orasi ilmiah yang disampaikan oleh Profesor Kehormatan Unas, Fadli Zon, dengan judul “POLITIK KEBUDAYAAN MEGA DIVERSITY: INDONESIA SEBAGAI PUSAT PERADABAN DUNIA” merupakan sebuah gagasan yang sangat menarik dan relevan dengan konteks global saat ini.

Fadli Zon menekankan pentingnya keberagaman budaya Indonesia sebagai kekuatan untuk menjadi pusat peradaban dunia. Dengan lebih dari 1.300 suku dan 700 bahasa, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagi dunia dalam hal toleransi, keberagaman, dan harmoni.

Gagasan ini juga sejalan dengan konsep “soft power” yang menekankan pentingnya diplomasi budaya dan keberagaman sebagai kekuatan untuk meningkatkan pengaruh dan reputasi suatu negara di mata dunia. Namun, perlu diingat bahwa untuk mewujudkan gagasan ini, Indonesia perlu meningkatkan upaya dalam melestarikan dan mempromosikan kebudayaan lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang kebudayaan.

“Tahun 2024 saya pernah juga nulis ini, pada waktu itu di muat di detik, dengan judul Membangun Fondasi ‘Negara Peradaban’ untuk Indonesia, https://news.detik.com/kolom/d-7217856/membangun-fondasi-negara-peradaban-untuk-indonesia,” ungkap Prof. Singgih, Guru Besar UNDIP Semarang.

Pada orasinya, Prof. Fadli Zon menyampaikan, Indonesia sebagai bangsa majemuk menonjolkan pentingnya nilai-nilai toleransi dan persatuan . Meskipun kaya akan suku, agama, dan budaya , keberagaman ini bukan menjadi sumber konflik melainkan fondasi kuat untuk persatuan bangsa . resonansi dari Bhinneka Tunggal Ika dan semangat Sumpah Pemuda menjadi pijakan utama Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa merawat toleransi dan persatuan sangat vital agar Indonesia bisa hidup rukun sebagai satu keluarga besar Indonesia.

Sidang terbuka Senat Universitas Nasional dan Orasi Kebudayaan “Megadiversitas Budaya Indonesia sebagai Pusat Peradaban Dunia” dalam rangka pengukuhan Profesor Kehormatan Prof. (Hon) Universitas Nasional Dr. Fadli Zon, M.Sc. prosesi dipimpin oleh Ketua Senat Dr. El Amry Bermawi Putera, MA. (Fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *