Jakarta, Beritakotanews.id : Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Konsolidasi yang dihadiri oleh pengurus dari puluhan provinsi di Indonesia. Agenda ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi organisasi ke depan, sekaligus langkah awal persiapan pergantian kepemimpinan.
Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, menjelaskan bahwa agenda kali ini mengundang perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia secara langsung (luring).
Sementara itu, ratusan pengurus tingkat kabupaten/kota serta kecamatan turut menyimak jalannya acara secara daring.
“Kegiatan hari ini adalah Rakernas dan Konsolidasi Senkom Mitra Polri yang mengundang 38 provinsi dan sekretaris yang datang ke sini. Adapun yang daring adalah lebih dari 490 kabupaten/kota, dan disiarkan sampai ke tingkat kecamatan,” ujar Katno Hadi saat ditemui di lokasi acara.
Persiapan Menuju Pemilihan Ketua Umum 2027
Katno menegaskan, salah satu fokus utama dari konsolidasi ini adalah menyatukan visi organisasi dalam menyambut pemilihan Ketua Umum Senkom Mitra Polri yang baru, yang direncanakan bakal digelar pada tahun 2027 mendatang.
Melalui konsolidasi yang matang, diharapkan seluruh kader dan pengurus Senkom dari pusat hingga daerah tetap solid dan tidak terkotak-kotak oleh kepentingan tertentu.
“Agenda utamanya adalah kita menyamakan persepsi ke depan Senkom Mitra Polri, juga dalam rangka nanti menghadapi pemilihan Ketua Umum tahun 2027. Karena ini harus betul-betul semua (solid), jangan sampai nanti terkotak-kotak dengan adanya kegiatan nanti. Agenda konsolidasi ini wajarlah bagi organisasi,” jelasnya.
Fokus di Akar Rumput: Menjadi Mitra Strategis Polri dan Lembaga Negara
Berdiri sejak 22 tahun yang lalu, Senkom Mitra Polri terus mempertegas posisinya sebagai organisasi yang konsisten membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Katno memaparkan bahwa Senkom tidak hanya bermitra dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tetapi juga menjalin sinergi kuat dengan berbagai instansi penanggulangan bencana dan pertahanan negara.
“Senkom ini sudah ada berdiri sejak 22 tahun yang lalu. Senkom sendiri adalah mitra daripada Kepolisian Republik Indonesia, kemudian Basarnas, BNPB, dan juga Kementerian Pertahanan,” tutur Katno.
Ia juga menambahkan bahwa kekuatan utama Senkom terletak pada personelnya di tingkat akar rumput yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mendampingi peran Bhabinkamtibmas di lapangan. Kehadiran fisik para anggota Senkom dinilai paling krusial saat momen-momen penting nasional.
Ketahana pangan jadi pilar baru
Senkom Mitra Polri menegaskan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan budidaya jagung di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan negara. Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Senkom Mitra Polri Tahun 2026 yang digelar di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Kamis (18/6).
Rapimnas dihadiri perwakilan Kapolri, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono, jajaran pejabat utama Mabes Polri, Dewan Pembina dan Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri serta sejumlah organisasi mitra antara lain KBP Polri, Gema Trikora, FKDB, LDII, PERSINAS ASAD dan FORSGI. Kegiatan tersebut juga diikuti Ketua dan Sekretaris Senkom Mitra Polri dari 38 provinsi secara luring maupun daring.
Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, menegaskan bahwa ketahanan pangan saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, ketahanan negara tidak hanya bertumpu pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga pada kemampuan bangsa dalam menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan merupakan bagian integral dari ketahanan negara. Ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau dan berkelanjutan akan menciptakan stabilitas sosial, mengurangi potensi konflik serta memperkuat daya tahan masyarakat menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Katno saat membuka Rapimnas.
Ia menjelaskan, sejak berdiri Senkom Mitra Polri memiliki tiga klaster pengabdian utama yaitu bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), bela negara dan kebencanaan. Namun, seiring perkembangan tantangan nasional, organisasi tersebut memandang perlu mengambil peran lebih luas dalam mendukung program ketahanan pangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.
Menurut Katno, program peningkatan produksi jagung yang digagas Polri merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, Senkom Mitra Polri menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya mendorong partisipasi anggota dalam budidaya jagung dan pemanfaatan lahan produktif, memperkuat kolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, kelompok tani serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain itu, Senkom juga akan mengembangkan model percontohan budidaya jagung berbasis komunitas di sejumlah daerah. Program tersebut diharapkan menjadi contoh sinergi antara masyarakat, Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Sementara itu, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono yang hadir mewakili Kapolri menyampaikan apresiasi atas kontribusi Senkom Mitra Polri yang selama lebih dari dua dekade konsisten mendukung tugas-tugas kepolisian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh anggota Polri semata. Kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks itulah keberadaan Senkom Mitra Polri mempunyai arti yang sangat strategis,” kata Mardiyono.
Menurutnya, Senkom Mitra Polri tidak hanya berperan sebagai mitra penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang mampu membantu deteksi dini potensi gangguan keamanan, memperkuat pengamanan swakarsa, meningkatkan ketahanan sosial hingga berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan.
Mardiyono juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Senkom dan Polri hingga tingkat kewilayahan melalui kolaborasi nyata bersama Bhabinkamtibmas, Satbinmas Polres dan Ditbinmas Polda.
Di tengah perkembangan era digital, ia mendorong anggota Senkom menjadi pelopor dalam menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan berbagai bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Untuk itu, peningkatan kapasitas anggota di bidang komunikasi publik, deteksi dini, penanganan keadaan darurat dan pemanfaatan teknologi informasi dinilai semakin penting.
Menutup sambutannya, Mardiyono berharap Rapimnas Senkom Mitra Polri Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan semangat baru dalam memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan Senkom Mitra Polri demi menjaga keamanan, ketahanan sosial dan ketahanan pangan nasional.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang ada, memberikan bantuan serta mencegah persoalan kecil berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *